Cermin diri



Hari ini, disaat ku becermin, ku merasa ada yang janggal dengan pantulan diriku sendiri pada cermin itu. Ku seakan melihat diriku, tapi bukan diriku, tapi seseorang, yang mirip denganku. Dialah diriku yang dulu.
Dia melihatku, dia tersenyum, lalu dia bertanya
"Apakah kau bahagia sekarang?"
"Bagaimana rasanya setelah kau berubah menjadi seperti itu?"
"Apakah lebih baik?"
"Apakah kini kau merasa lebih hebat? lebih pintar? atau malah sebaliknya?"
Ku hanya bisa terdiam memandangnya. Rasa kesal, marah, malu, bercampur jadi satu.
"Ku tahu jawabanmu, kau tidak perlu menjawabnya. Memang, perubahan itu sulit, tidak hanya bagi diri sendiri, terkadang orang lain pun sulit untuk menerimanya. Aku tahu, mengapa kau melakukannya, menjadi yang lain dengan alasan itu. Tapi apakah itu membuatmu bahagia? Ku rasa ku tahu jawabannya."
Ku hanya bisa terdiam, mendengar setiap bait kata yang terucap olehnya. Ku rasa dia ada benarnya, tapi hati ini masih menyangkal semua yang dia katakan. Lalu dia menawarkan sesuatu kepadaku,
"Ayo, kembalilah... Kembalilah jadi dirimu yang dulu kawan, itu akan membuatmu bahagia, kau tidak akan merasa tertekan dan terhina lagi. Kembalilah jadi dirimu yang dulu, menjadi diriku." Dia pun tersenyum.

Dalam hatiku, memang ku merasa ada beberapa hal yang ku rasa benar apa yang telah dia katakan, tapi...
"Tapi, apakah dengan menjadi dirimu, apa aku bisa mendapatkan apa yang telah lepas dariku kini? Apa keadaan akan menjadi seperti semula? Apakah, apakah itu semua kan kembali?" Tanyaku.
Dia pun terdiam. Ku tidak tahu apa yang ada di pikirannya,, mengapa dia terdiam, dan mengapa dia seakan bingung untuk menjawabnya.
Lalu, ku coba untuk menutup mata. Ku coba untuk tenang. Lalu ku berkata "Cukup!".
Dan bayangan diri itu tiba-tiba menghilang dan kembali pada cerminan diri yang sebenarnya sering ku membuka mata.

Share this:

ABOUT THE AUTHOR

Seorang sarjana matematika yang merangkap menjadi guru bimbel dan konsultan statistika untuk mencari sesuap nasi. Pecinta angka dan selalu terpaku pada pola matematis. Selalu berfikir bahwa dengan menjadi sok tau adalah motivasi terbesar untuk menjadi lebih tau. Ingin kenal lebih jauh cari di about.me/hadimaster

0 komentar:

Poskan Komentar

Your Comment, Please :D