Mengapa Masih Dipertanyakan? Sebuah Puisi untuk Munir

http://embraceourselves.files.wordpress.com/2009/04/rla2005pic_munir.jpg

7 Tahun sudah terlewati
Untuk sebuah perjuangan harga diri
Untuk memperjuangkan harkat martabat diri
Tidak, ternyata lebih dari 1 abad untuk memperjuangkannya
Ketika harga diri tak lebih dari sekedar alas kaki
Yang telah kumal dan layak buang
Tidak, harusnya lebih mahal dari sekedar alas kaki!

Hati tak nyaman, raga tak nyaman
Ketika hak-hak diri ini masih dipertanyakan
Apa lagi yang mesti dipertanyakan?!
Ini adalah yang saya sudah punyai sejak masih dalam kandungan seorang ibu yang malang!
Ini adalah nyawa yang saya pegang dengan tangan-tangan yang berlumuran darah!
Ini adalah harga diri saya yang akan saya jaga dengan setiap pena yang menari diatas kertas!
Ini adalah bukti bahwa saya adalah manusia!
Jadi, mengapa masih dipertanyakan?

Tidak perlu darah tertumpah
Tidak juga dengan menggugurkan bunga-bunga
Tidak juga dengan peluru-peluru besi itu
Tidak juga dengan arsenik
Untuk sebuah perjuangan harga diri
Masihkan ini perlu dipertanyakan?

20 September 2011, Depan Ekspentagon UPI, dalam pikiran

Share this:

ABOUT THE AUTHOR

Seorang sarjana matematika yang merangkap menjadi guru bimbel dan konsultan statistika untuk mencari sesuap nasi. Pecinta angka dan selalu terpaku pada pola matematis. Selalu berfikir bahwa dengan menjadi sok tau adalah motivasi terbesar untuk menjadi lebih tau. Ingin kenal lebih jauh cari di about.me/hadimaster

0 komentar:

Poskan Komentar

Your Comment, Please :D