Tulisanku dimuat Lagi Ama IYC! 6

Pesimisme Menghancurkan Bangsa

“Aku malu menjadi masyarakat Indonesia”

“Apa? Memangnya bisa apa negara kita? Kayaknya gak mungkin deh bangsa kita bisa membuat mobil”

“Apa sih yang Indonesia punya? Negara ini tuh memang cuman bisa impor doang”

Masih banyak lagi kata-kata yang penuh dengan pesimisme yang kadang-kadang, sadar maupun tidak diucapkan oleh masyarakat Indonesia sendiri. Aneh? Tentu saja aneh! Apa kata dunia kalau suatu bangsa yang besar ini, masyarakatnya begitu pesimis terhadap bangsanya sendiri?

Sungguh, hal ini tentu bukanlah sifat nasionalisme bangsa kita, yang bangga akan bangsanya sendiri dan berbagai aspeknya, juga turut andil dalam pembangunan untuk mencapai tujuan bersama. Ini lebih ke kejatuhan mental masyarakat bangsa kita dalam menghadapi kerasnya persaingan global. Seharusnya, kita harus bertindak dan turut andil dalam hal kemajuan bangsa juga memperjuangkan cita-cita bersama, bukannya malah pesimis dan mencemooh bangsa sendiri.

Memang, bangsa kita mungkin belum memperlihatkan perkembangan yang berarti dalam berbagai hal/sektor, baik dari bidang ekonomi, sosial-budaya, pendidikan dan lain-lain. Namun, bukan berarti kita sebagai masyarakat hanya bisa memendam rasa kecewa, malu, maupun pesimis. Kalau pun ada, mengapa kita tidak menjadikannya sebagai bahan introspeksi kita dalam menjadikan bangsa ini lebih baik?

Pesimisme bukanlah suatu hal yang patut ada dalam diri kita masing-masing, yang perlu ditanamkan dalam diri kita adalah sifat OPTIMISME. Ya! OPTIMIS terhadap bangsa sendiri! Optimis akan perkembangan bangsa kita sendiri! Optimis lah bahwa suatu saat, bangsa kita akan mampu menjadi bangsa yang besar dan disegani. Mari mulai sekarang kita tanamkan pada diri kita sifat OPTIMIS!

link: http://shout.indonesianyouthconference.org/article/hadimaster/2132-pesimisme-menghancurkan-bangsa/

Share this:

ABOUT THE AUTHOR

Seorang sarjana matematika yang merangkap menjadi guru bimbel dan konsultan statistika untuk mencari sesuap nasi. Pecinta angka dan selalu terpaku pada pola matematis. Selalu berfikir bahwa dengan menjadi sok tau adalah motivasi terbesar untuk menjadi lebih tau. Ingin kenal lebih jauh cari di about.me/hadimaster

0 komentar:

Poskan Komentar

Your Comment, Please :D