Sebuah Kesempatan Part 2

Postingan ini melanjutkan apa yang saya tuliskan pada postingan sebelumnya dengan judul yang sama tapi part yang berbeda. So... mari kita lanjutkan saja ceritanya~

Dalam postingan sebelumnya, pada paragraf terakhir, bahwa saya mendapat kesempatan baru! Sebuah kesempatan baru! Tapi 'kesempatan' yang saya dapat jauh berbeda dari yang berbeda. Kalo sebelumnya saya memiliki kesempatan untuk menjadi pemakalah pada konferensi internasional, sekarang saya berkesempatan untuk menghadiri sebuah SUMMER SCHOOL! YEAH! (>.<)/. Hal ini dimulai ketika saya mendengar teman saya mendapat kesempatan untuk summer camp di Eropa. Rasanya senang memiliki teman yang bisa berkesampata ke luar negeri seperti itu, karena biasanya mereka pulang dengan membawa oleh-oleh :3 #mupeng. Tapi juga sekaligus bikin iri, soalnya beberapa orang memiliki kesempatan untuk mengembangkan diri dan wawasan di luar negeri, sedangkan saya hanya bisa mengembangkan diri saya di sini. Saya berpandangan bahwa mereka yang memiliki kesempatan untuk mengembangkan diri dan wawasan di luar negeri pasti jauh lebih hebat dari mereka yang hanya stagnan di tanah sendiri. Ibarat belalang di dalam kotak, ia tidak bisa melompat tinggi karena terbatas dengan tutup kotak, sedangkan belalang yang tidak terbatas dengan kotak, ia bisa melompat setinggi mungkin yang bisa dia capai. Dengan pemahaman seperti ini, saya kembali bertekad: SAYA HARUS BISA IKUT SUMMER SCHOOL!



Jadi, saya mencoba mencari adakah summer school atau summer camp yang bisa saya coba dan sesuai dengan bidang keahlian saya. Beruntungnya, tanpa mencari lama-lama saya menemukan summer school yang satu ini dan cocok dengan bidang saya: AACIMP. Apa itu AACIMP? Berdasarkan situsnya AACIMP itu kepanjangan dari Achievements and Applications of Contemporary Informatics, Mathematics and Physics. AACIMP merupakan acara rutin yang yang diadakan oleh SSA (Student Science Association) dan National Technical University of Ukraine "KPI". Maksud dari diadakannya acara ini adalah untuk menarik minat pemuda terhadap sains. Walau maksudnya acara ini adalah 'menarik minat pemuda terhadap sains', gak berarti sains yang dimaksud disini ilmu-ilmu sains cemen yang biasa kita lihat di museum sains lho. Operational Research, Neuroscience, dan Applied Computer Science merupakan sains yang mereka perkenalkan dan promosikan disini. Acara ini nantinya mengundang ilmuwan-ilmuwan 'High Qualified' dari berbagai negara seperti Ukraina, Jerman, Belanda, Turki, Belgium, Swedia, Polandia, Rusia dan negara lainnya. AACIMP ke-delapan ini nantinya akan diisi berbagai kegiatan, dari diskusi topik-topik terkini seputar sains dan teknologi kontemporer, juga ada kuliah, workshop, presentasi dan masih banyak lagi kegiatan positif lainnya. Wah harus ikutan nih! >.< Langsung aja saya mendaftar ke acara tersebut.

Hal pertama yang saya lakukan adalah mencari bagian pengisian dan here it is.
Hmm... sangat mudah, tinggal isi semua kotak kosong, masukin foto, asal negara, dll. Mudah juga daftarnnya, gak perlu nulis paper, cihuy~ ^_^. Sampai pada suatu kotak yang menanyakan 'Subject'.


Hmm... apa maksudnya? Bidang keahlian kah? Tapi di situ tertulis contoh subject-nya yaitu 'A New Determination of Molecular Dimen' bla bla bla~. Tentunya itu bukan bidang keahlian. Mungkinkah itu judul penelitian? Hmm ... (lagi) kalo penelitian sih sebenarnya ada. Belakangan ini saya lagi tertarik-tertariknya dengan Geometri Komputasi yang saya pelajari seorang diri (Belajar sendiri bukan karena sombong, tapi gak ada dosen yang bisa saya tanyai soal bidang yang satu ini T_T). Dalam sebuah buku berjudul Computational Geometry: Algorithms and Applications karya Mark de Berg, di buku ini ada bab yang menjelaskan aplikasi geometri komputasi dan aplikasinya di pemrogramman linear. Hal ini menarik bagi saya karena, selain saya mendapat nilai A di mata kuliah ini #sombong, juga karena bidang ini masih terbilang baru di Indonesia. So, mengapa tidak saya kembangkan aja ilmu seperti ini di Indonesia? :D.

Setelah mengisi bidang penelitian saya, sampailah pada isian yang menyebalkan, Letter of Motivation. Hmm... surat motivasi emang surat apa ya..? Saya mendengar dari beberapa teman bahwa Letter of Motivation itu surat yang berisi mengenai kesungguhan kita untuk masuk ke sebuah perguruan tinggi di luar negeri atau kegiatan lainnya.  Duh, gw kan paling gak  bisa bikin surat ginian...! >.< Akhirnya, saya menggunakan salah satu cara sakti andalan setiap orang: googling. Yup, saya cukup ketikkan 'Letter of Motivation example' dan ding~ ada sebarisan situs yang menyediakan contoh Letter of Motivation. Saya ambil salah satu, rubah dikit di sana sini dan selesai! Ok, not such a big problem at all. Lanjut...

Pada bagian selanjutnya ada bagian 'Reccomendation Letter'. Shit! Damn! Apaan lagi nih?! Surat rekomendasi? Arghhhhhhhh~! Ribet amat yak buat ikut acara ginian doang T_T Saya mulai menimbang-nimbang kembali apakah saya perlu ikut atau nggak. Tapi, masa sih cuman gara-gara dimintain surat rekomendasi aja saya gw nyerah? Alhasil saya bulatkan tekad 'Saya harus ketemu dengan pak dosen!'. Tanpa pikir panjang saya langsung membuat semacam template surat rekomendasi yang nantinya hanya perlu ditandatangani ama pak dosennya. Sip besok tinggal berangkat ke kampus.

Ketika sampai di kampus saya langsung mencari sang dosen. Saya cari ke ruangannya, gak ada. Saya cari ke kantor jurusan, gak ada juga. Duh, ribet dah =_=" Saya cari keliling-keliling fakultas akhirnya ketemu! Yes! Saya langsung bilang ke beliau kalau saya butuh tanda tangannya buat surat rekomendasi untuk dikirim ke panitia summer school dan bla bla bla. Ketika sang dosen meminta suratnya, saya teringat sesuatu: Jiaahhhhhhhhh suratnya belum di-print! Alhasil saya minta maaf ke dosennya untuk permisi nge-print suratnya dulu. Sang dosen nyengir doang. Untungnya tempat nge-print nggak jauh-jauh amat soalnya tempat nge-printnya ada di tempat fotokopian dalem fakultas. Sekejap saja kertas di print, saya langsung mencari dosen itu kembali, tapi... Kok dosennya gak ada ya? Kemana ya beliau? Saya coba hubungi beliau dengan mengirim SMS. Tanpa menunggu lama balesannya pun datang: Saya sedang di bengkel showroom deket Dago. Errghhhh... T_T sial~. Dengan sedikit galau saya membalas SMS-nya: Saya akan nyusul ke sana Pak.

Tanpa pikir panjang (dalam keadaan begini ngapain pikir panjang?) saya langsung menuju tempat yang dituju. Asal tau aja, klo di Bandung, terutama di sekitar Cihampelas, itu macetnya bikin nangis guling-guling kejedug tiang listrik. Apalagi diwaktu siang kayak gini. Tapi ya mau gimana lagi, emang begitulah Bandung sekarang ini. Dengan kecepatan rata-rata sekitar 60 km/jam,  saya melesat bagai supir angkot kesetanan bawa angkot. Dalam 1 jam saya pun sampai di tempat. Sang dosen ternyata sudah menunggu di luar bengkel, untunglah ^_^. Tanpa menunggu lama, surat pun telah di tandatangani. Yes!

Sepulangnya saya tinggal scan surat tersebut lalu di upload ke situs yang bersangkutan. Setelah mengisi form dengan lengkap, tinggal submit terus kirim deh. Tinggal menunggu waktu sekarang. Segala angan pun muncul di kepala. Saya berandai-andai apa jadinya klo formulir saya di accept.

Ada beberapa minggu saya menunggu balasan dari formulir saya dan akhirnya saya mendapat balesan sebagai berikut
Yeahhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhh.......!!!! Yuhuuuuuu....!!! Ternyata formulir saya diterima alias lolos seleksi! Rasanya kayak abis nembak cewek terus diterima setelah berminggu-minggu menunggu jawaban cinta dari si doi :3 (Hmm gw belom pernah nembak cewek, tapi mungkin rasa-rasanya mirip kayak gini lah ya~ :3 ) Ehm... Ehm... senang rasanya. Saya mendapatkan kembali sebuah kesempatan untuk meningkatkan kualitas diri saya. Saya sudah mulai membayangkan hal-hal indah yang akan terjadi ketika saya nyampe di Ukraina nanti. Wow, kapan lagi coba mendapat kesempatan kayak gini. Tapi kesenangan itupun gak lama. Saya mulai ingat satu hal yang terpenting: uang. Uang buat beli tiket pesawatnya ada gak ya? Bagaimana dengan menyewa tempat tinggal selama summer school disana? Uang makan? Uang ini? Uang itu? Sepertinya ada satu tahap lagi yang harus saya lakukan untuk bisa mencapai 'kesempatan' ini. Apa yang harus saya lakukan? Apakah saya harus menyerah disini untuk mencapai 'kesempatan' yang mungkin tidak bisa saya raoh untuk kedua kalinya?

Demikian tulisan ini saya akhiri. Tulisan ini akan saya lanjutkan ke Part 3 mengenai bagaimana cara saya harus melewati 'tembok tinggi' yang satu ini. Selamat malam. ^_^

Share this:

ABOUT THE AUTHOR

Seorang sarjana matematika yang merangkap menjadi guru bimbel dan konsultan statistika untuk mencari sesuap nasi. Pecinta angka dan selalu terpaku pada pola matematis. Selalu berfikir bahwa dengan menjadi sok tau adalah motivasi terbesar untuk menjadi lebih tau. Ingin kenal lebih jauh cari di about.me/hadimaster

0 komentar:

Poskan Komentar

Your Comment, Please :D