Antara Mobil Mewah dengan Kepentingan Rakyat....



Saat ini lagi hangat-hangatnya isu mobil mewah yang konon katanya diberikan kepada para pejabat pemerintah yang "Gak Jelas" kinerjanya seperti apa dan fungsinya buat apa. Entah mengapa pemerintah malah membuang-buang/menghambur-hamburkan APBN hanya untuk mobil mewah. Apakah ini ada pengaruhnya sama kinerja para pejabat itu sendiri?

Bagi saya semua itu hanyalah omong kosong alias bullshit! Membuang-buang APBN hanya untuk mobil mewah sungguh sebuah pemborosan! Coba bila kita pertanyakan, apakah ada korelasi antara mobil mewah dengan kinerja para pejabat negara kita? Tentu hal ini akan terdengar nonsense, gak masuk akal. Mengapa hal ini bisa terjadi? Jelas hal ini terjadi karena perencanaan APBN yang buruk dan kurang terencana.

Hal ini jelas merupakan bentuk pengingkaran janji pemerintahan Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) jilid II kepada rakyat untuk mendorong efisiensi belanja Negara di awal pemerintahannya. Bayangkan, harga satu mobil mewah yaitu berupa toyota crown royal saloon sebesar Rp 1,325 milyar akan dibeli sebanyak 80 unit, kalikan harga dari mobil tersebut dengan jumlah unit yang akan dibeli, maka dana yang akan dikeluarkan kurang lebih sebesar Rp 106 Milyar! Sangat besar! Itu semua masih belum ditambah dengan pajak yang dikeluarkan untuk membayar pajak mobil mewah tersebut.

Mengapa tidak membeli mobil yang murah saja? Bukankah fungsinya sama, yaitu mengantarkan mereka sampai tujuan? Sebenarnya apa yang dipikirkan pemerintah dengan pengadaan mobil mewah ini? Hal ini sangat perlu di pertanyakan kepada pejabat-pejabat bebal dan maruk itu. Mengapa harus mobil? Mengapa tidak mengucurkan dananya untuk hal yang lebih penting

Sejatinya, APBN digunakan sebesar-besarnya untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat, namun faktanya digunakan untuk menggemukan birokrasi dan foya-foya pejabat dengan seribu alasan
"good governance termasuk membeli mobil mewah. Hueekkk...! Bullshit!

Mungkin kita perlu sikapi ini dengan serius, kita tidak boleh berdiam diri saja dalam menanggapi hal ini atau hanya sekedar bersuara tapi gak ada aksi buat membuktikan semua omongannya. Kita harus turut campur dalam masalah ini, mau gak mau ya harus mau demi negeri ini dan seluruh komponen masyarakatnya. Semoga saja masalah atau issue seperti ini tidak terulang lagi.

Share this:

ABOUT THE AUTHOR

Seorang sarjana matematika yang merangkap menjadi guru bimbel dan konsultan statistika untuk mencari sesuap nasi. Pecinta angka dan selalu terpaku pada pola matematis. Selalu berfikir bahwa dengan menjadi sok tau adalah motivasi terbesar untuk menjadi lebih tau. Ingin kenal lebih jauh cari di about.me/hadimaster

0 komentar:

Poskan Komentar

Your Comment, Please :D